DISITU
01 Jan 2019

Beberapa Peraturan UU Asuransi Yang Harus Anda Pahami

Indonesia merupakan negara hukum. Segala hal yang dilakukan oleh warganya harus mematuhi peraturan yang berlaku. Tak terkecuali pada asuransi. Sebagai suatu bentuk perlindungan terhadap diri dan/atau hal-hal yang terkait dengannya ini dibentuk dan dikelola berdasarkan peraturan yang ada di negara tersebut.

Bagi Anda nasabah, calon nasabah atau bukan nasabah sangat perlu mengetahui peraturan undang-undang mengenai tata kelola asuransi. Hal ini agar Anda memahami apa itu asuransi, hak dan kewajiban yang berlaku bagi pihak asuransi dan nasabahnya. Mengingat bahwa saat ini promosi mengenai asuransi terus digiatkan. Bukan tidak mungkin jika suatu saat Anda mulai tertarik untuk bergabung di dalamnya.

Berikut ini beberapa peraturan undang-undang asuransi yang harus Anda pahami.

Pengertian Asuransi

Asuransi

Asuransi adalah perjanjian antara dua pihak, yaitu perusahaan asuransi dan pemegang polis, yang menjadi dasar bagi penerimaan premi oleh perusahaan asuransi sebagai imbalan untuk :

  1. Memberikan penggantian kepada tertanggung atau pemegang polis karena kerugian, kerusakan, biaya yang timbul, kehilangan keuntungan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin diderita tertanggung atau pemegang polis karena terjadinya suatu peristiwa yang tidak pasti; atau

  2. Memberikan pembayaran yang didasarkan pada meninggalnya tertanggung atau pembayaran yang didasarkan pada hidupnya tertanggung dengan manfaat yang besarnya telah ditetapkan dan/atau didasarkan pada hasil pengelolaan dana.

Usaha Perasuransian adalah segala usaha menyangkut jasa pertanggungan atau pengelolaan risiko, pertanggungan ulang risiko, pemasaran dan distribusi produk asuransi atau produk asuransi syariah, konsultasi dan keperantaraan asuransi, asuransi syariah, reasuransi, atau reasuransi syariah, atau penilaian kerugian asuransi atau asuransi syariah.

Macam-macam Usaha Asuransi

Asuransi

Usaha Asuransi Umum adalah usaha jasa pertanggungan risiko yang memberikan penggantian kepada tertanggung atau pemegang polis karena kerugian, kerusakan, biaya yang timbul, kehilangan keuntungan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin diderita tertanggung atau pemegang polis karena terjadinya suatu peristiwa yang tidak pasti.

Usaha Asuransi Jiwa adalah usaha yang menyelenggarakan jasa penanggulangan risiko yang memberikan pembayaran kepada pemegang polis, tertanggung, atau pihak lain yang berhak dalam hal tertanggung meninggal dunia atau tetap hidup, atau pembayaran lain kepada pemegang polis, tertanggung, atau pihak lain yang berhak pada waktu tertentu yang diatur dalam perjanjian, yang besarnya telah ditetapkan dan/atau didasarkan pada hasil pengelolaan dana.

Usaha Reasuransi adalah usaha jasa pertanggungan ulang terhadap risiko yang dihadapi oleh perusahaan asuransi, perusahaan penjaminan, atau perusahaan reasuransi lainnya.

Bentuk Badan Hukum dan Kepemilikan Perusahaan Perasuransian

Asuransi

Bentuk badan hukum penyelenggara Usaha Perasuransian adalah:

  1. Roan terbatas;

  2. Koperasi; atau

  3. Usaha bersama yang telah ada pada saat Undang-Undang ini diundangkan.

Perusahaan Perasuransian hanya dapat dimiliki oleh:

  1. Warga Negara Indonesia dan/atau badan hukum Indonesia yang secara langsung atau tidak langsung sepenuhnya dimiliki oleh warga negara Indonesia; atau

  2. Warga Negara Indonesia dan/atau badan hukum Indonesia sebagaimana dimaksud dalam huruf a, bersama-sama dengan warga negara asing atau badan hukum asing yang harus merupakan Perusahaan Perasuransian yang memiliki usaha sejenis atau perusahaan induk yang salah satu anak perusahaannya bergerak di bidang Usaha Perasuransian yang sejenis.

Itulah beberapa peraturan undang-undang asuransi berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian yang harus Anda pahami. Akan lebih baik bila Anda memahami keseluruhannya sebelum mengambil asuransi. Semoga bermanfaat!

Baca Juga :
ARTIKEL TERPOPULER

ARTIKEL TERFAVORIT