DISITU
12 Jan 2019

Beberapa Perbedaan Asuransi Syariah Dan Konvensional

Tak dapat dipungkiri memang jika asuransi sangat dibutuhkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia karena kebutuhan asuransi sangatlah penting karena untuk memberikan perlindungan kepada pemilik polis asuransi tersebut beserta keluarganya. Di dalam dunia asuransi juga terdapat dua pilihan jenis asuransi, yaitu asuransi syariah dan konvensional. Seiring dengan perkembangan zaman, masyarakat tidak hanya mengenal asuransi konvensional saja, melainkan juga asuransi syariah. Jenis asuransi syariah sendiri muncul pada pertengahan 1990 an dengan nama asuransi takaful yang sekaligus menjadi pelopor asuransi syariah. Dan terus berkembang sampai dengan sekarang. Asuransi syariah dan konvensional tentu saja memiliki suatu perbedaan, lalu apa saja perbedaan asuransi syariah dan konvensional? Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

Segi Perjanjian

asuransi

Yang pertama adalah dilihat dari segi perjanjiannya, untuk asuransi syariah, perjanjiannya menggunakan akad hibah yang juga dengan konsep lebih ke saling tolong menolong, sama – sama untuk tidak mengharapkan imbalan. Sedangkan untuk asuransi konvensional, sistem perjanjian yang digunakan bisa dibilang mirip dengan transaksi jual beli, dimana semua pihak sama – sama untuk bisa mendapatkan dan mengambil keuntungan yang sebesar – besarnya serta rugi sekecil – kecilnya.

Dilihat Dari Segi Dana

asuransi

Kemudian yang kedua adalah dilihat dari dananya, dimana pada asuransi syariah dana yang masuk dimiliki oleh semua peserta asuransi. Dimana perusahaan asuransi tersebut hanyalah sebagai pengelola dana saja dan tidak berhak untuk memiliki. Sedangkan untuk asuransi konvensional, dana premi yang nantinya dibayarkan oleh para peserta asuransi akan menjadi hak milik perusahaan karena memiliki konsep jual beli. Dengan demikian bebas untuk digunakan apa saja asalkan sesuai dengan perjanjian.

Pengelolaan Dana

asuransi

Lalu untuk pengelolaan dananya, pada asuransi syariah, pengelolaan dana akan dilakukan semaksimal mungkin, dimana akan diolah untuk bisa memberikan keuntungan kepada para peserta asuransi, selain itu untuk pengelolaannya terbilang lebih transparan. Sedangkan untuk konvensional perusahaan asuransi akan menetapkan premi dan juga biaya lainya secara sepihak. Contohnya saja seperti administrasi dan yang lainnya. Hal tersebut untuk bisa mendapatkan keuntungan sebesar – besarnya.

Sistem Yang Digunakan

asuransi

Perbedaan asuransi syariah dan konvensional yang begitu terlihat juga dari sistem yang digunakan, dimana untuk asuransi syariah keuntungan yang didapatkan dari pengelolaan dana asuransi nantinya akan dibagi untuk semua peserta dan juga perusahaan asuransi tentunya secara merata. Sedangkan untuk asuransi konvensional keuntungan yang didapatkan dari kegiatan asuransi tersebut akan menjadi milik perusahaan asuransi sepenuhnya.

Pengawasan Dana Asuransi

asuransi

Selanjutnya adalah dilihat dari pengawasan dana asuransi, untuk asuransi syariah terdapat Dewan Pengawas Syariah pada setiap perusahaan asuransi yang berbasis syariah. Untuk tugasnya sendiri adalah mengawasi perusahaan asuransi tersebut untuk selalu mentaati prinsip syariah di dalam mengelola dana asuransi. DPS tersebut juga bertanggung jawab kepada MUI atau Majelis Ulama Indonesia. Sedangkan untuk asuransi konvensional pengawasan dana asuransi tersebut hanya dilakukan secara internal, dimana dilakukan oleh manajemen serta tidak ada pihak luar yang dapat masuk.

Status Dana

asuransi

Lalu untuk status dananya, pada asuransi syariah, dana yang disetorkan oleh peserta asuransi dapat diambil jika di dalam perjalanannya tidak sanggup lagi membayar preminya. Selain itu juga hanya terdapat potongan kecil yang berupa dana tabarru di dalam hal tersebut. Sedangkan untuk asuransi konvensional jika peserta asuransi tidak lagi sanggup membayar premi, maka semua dana yang sudah disetorkan akan memiliki status hangus atau menjadi milik perusahaan sepenuhnya.

Jenis Investasi

asuransi

Selain itu perbedaan asuransi syariah dan konvensional jika dilihat dari jenis investasinya, asuransi syariah memiliki dana asuransi unit link yang hanya bisa diinvestasikan pada bidang yang dinilai tidak haram. Sedangkan untuk asuransi konvensional, dana tersebut bebas diinvestasikan pada bidang apapun asalkan memiliki potensi keuntungan yang besar.

Baca Juga :
ARTIKEL TERPOPULER

ARTIKEL TERFAVORIT