DISITU
21 Sep 2018

Kartu Kredit vs Kartu Debit, Mana yang Lebih Baik?

Kemajuan teknologi yang begitu pesat selama beberapa dekade terakhir membuat banyak perubahan terjadi dalam kegiatan masyarakat sehari-hari, seperti bertransaksi. Jika dahulu uang tunai menjadi alat pembayaran yang sangat penting, kini hanya dengan sebuah kartu kecil Anda bisa berbelanja kapan saja, dimana saja tanpa perlu membawa banyak uang.

Kehadiran kartu debit dan kredit memang dirasa telah membantu banyak orang dalam melakukan berbagai kegiatan transaksi. Dulu Anda tentu sering mendengar berbagai kasus kejahatan akibat membawa banyak uang tunai dalam dompet atau tas. Tapi kini hal tersebut bisa cukup diminimalisir karena Anda cukup membawa sedikit uang sementara sisanya bisa menggunakan kartu debit atau kredit.

Kartu kredit dan debit sendiri sekilas memang terlihat sama saja. Namun dibalik itu semua kedua jenis kartu tersebut memiliki perbedaan mendasar serta memiliki keuntungan dan kerugiannya masing-masing. Apa saja? Kenali lebih dalam kartu debit dan kredit melalui ulasan berikut ini:

  1. Kartu Debit

Kartu Debit

Kartu debit atau yang sering disebut juga dengan kartu ATM ini merupakan salah satu jenis pembayaran elektronik yang dikeluarkan oleh perbankan. Saat ini setiap orang yang memiliki tabungan pada suatu bank otomatis akan diberikan kartu ATM untuk melakukan transaksi pengambilan uang atau transfer pada mesin ATM yang tersedia. Dalam bertransaksi, jumlah uang yang dapat dikeluarkan bergantung pada jumlah tabungan pada bank. Dengan kata lain Anda tidak dapat melakukan transaksi melebihi jumlah tabungan yang dimiliki. Selain itu setiap kartu debit biasanya mempunyai limit atau batas transaksi setiap harinya. Kebijakan tersebut umumnya bergantung pada kesepakatan di awal pembuatan tabungan disesuaikan dengan jumlah simpanan di bank.

Pemakaian kartu debit bagi kebanyakan orang dirasa lebih menguntungkan karena tidak ada bunga potongan atau denda yang diterapkan setiap bulannya. Hal ini jelas karena transaksi hanya bisa dilakukan sesuai dengan jumlah tabungan tiap pemiliknya. Namun, bagi Anda yang hendak melakukan transaksi luar negeri, kebanyakan transaksi tidak dapat menggunakan kartu debit sehingga harus menggunakan kartu kredit. Selain itu kekurangan lainnya dari kartu debit adalah rentan terjadi penipuan dengan modus hipnotis atau penarikan oleh orang yang tidak bertanggung jawab jika kartu tidak sengaja hilang. Karena itulah jika kartu debit Anda hilang, segera hubungi pihak customer service untuk melakukan pemblokiran sementara.

  1. Kartu Kredit

Kartu Kredit

Kebalikan dari kartu debit, kartu kredit merupakan salah satu layanan bank yang membuat Anda bisa bertransaksi dengan lebih bebas tanpa perlu membuka akun dan memiliki saldo di bank yang bersangkutan. Dengan kartu kredit Anda bisa melakukan bermacam transaksi dengan batasan limit yang sudah ditentukan di awal. Setelah itu tagihan atas jumlah uang yang sudah dikeluarkan dalam satu bulan biasanya akan dikirimkan langsung pada Anda. Karena itulah jenis kartu yang satu ini dikenal juga dengan sebutan kartu hutang karena membuat Anda seolah berhutang dengan bank.

Memiliki kartu kredit memang sangat memudahkan seseorang dalam bertransaksi terlebih transaksi luar negeri. Namun perlu diingat, ada tagihan yang harus dibayarkan menanti Anda setiap bulannya. Terlebih jika pembayaran dilakukan terlambat, sudah pasti ada bunga atau denda yang harus dibayarkan. Selain memiliki bunga yang cukup tinggi, kartu kredit juga dinilai mampu membuat seseorang lebih boros dan cenderung berhutang lebih banyak. Tapi tetap saja produk perbankan yang satu ini masih dibutuhkan banyak orang karena beberapa kelebihannya tadi.

Nah bagi Anda yang berniat memiliki kartu kredit, sebelum langsung memutuskan ada baiknya kenali dahulu jenis kartu kredit beserta kegunaannya agar tidak salah memilih

  1. Kartu Kredit Berdasarkan Limit

Jenis kartu kredit yang satu ini merupakan jenis yang paling umum dan banyak digunakan masyarakat Indonesia. Dengan provider terkenal seperti Visa dan Mastercard, kartu kredit jenis ini bisa dilakukan untuk berbagai transaksi di luar negeri dengan limit atau batas transaksi yang telah ditetapkan di awal. Biasanya nilai maksimal dari kartu kredit jenis ini adalah 5 juta, 50 juta, 100 juta, bahkan sampai tak terbatas. Jumlah tersebut disesuaikan dengan tingkat penghasilan perbulan dari pemilik kartu. Pembayaran dari tagihan kartu kredit pun dapat dilakukan secara bertahap atau langsung. Dengan catatan jika Anda melewati batas waktu yang ditentukan, ada denda atau bunga yang harus dibayarkan.

  1. Kartu Kredit Berdasarkan Wilayah Berlaku

Sesuai dengan namanya, jenis kartu kredit yang satu ini bisa dibatasi seusai wilayah berlakunya. Misalnya Anda bisa memilih kartu kredit yang hanya berlaku di Indonesia atau kartu kredit internasional yang dapat digunakan untuk bertransaksi di luar negeri. Jika Anda bukan seseorang yang sering berplesir di luar negeri, jenis kartu kredit nasional akan lebih cocok dipilih.

  1. Kartu Kredit Berdasarkan Afiliasinya

Kartu kredit dengan jenis yang satu ini biasanya hanya dikeluarkan oleh instansi tertentu  yang telah bekerja sama dengan bank yang ditunjuk. Ada dua jenis kartu kredit ini yaitu Co-Branding Card, yaitu kartu yang dikeluarkan karena adanya kerjasama antara instansi dengan bank atau Affinity card yaitu kartu yang hanya dapat digunakan oleh sekelompok orang tertentu sebagai hasil kerja sama seperti kartu kredit untuk mahasiswa.

Baca Juga :
ARTIKEL TERPOPULER

ARTIKEL TERFAVORIT