DISITU
22 Sep 2018

Serba-Serbi Asuransi Syariah yang Harus Anda Tahu

Untuk melindungi diri dari risiko buruk yang mungkin terjadi di masa depan, banyak orang memilih membeli asuransi sebagai jalan keluarnya. Salah satu asuransi yang banyak pilih orang saat ini adalah asuransi berbasis syariah.

Berbeda dengan asuransi pada umumnya, menurut Dewan Syariah Nasional, asuransi syariah merupakan sebuah usaha untuk saling melindungi dan tolong-menolong di antara sejumlah orang dimana hal tersebut dilakukan dengan investasi dalam bentuk aset yang akan diberikan untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad (kontrak) sesuai prinsip syariah.

Secara umum dalam asuransi syariah peran perusahaan hanyalah sebagai tempat pengelolaan operasional dan juga investasi dana yang diterima dari para nasabah asuransi.

Jenis Asuransi Syariah

Asuransi Syariah

Tidak seperti asuransi biasa, dalam asuransi syariah terdapat dua jenis asuransi yang memiliki akad (kontrak) berbeda. Pertama adalah akad tabarru’ (tolong-menolong) dimana jenis ini bersifat untuk bersedekah dan tidak bersifat komerial. Jenis kedua adalah tijarah atau tijari’ yang memiliki sifat bagi hal dan komersil.

Pada akad tabarru’ para peserta asuransi akan memberikan dana yang nantinya akan dipergunakan untuk menolong peserta lain yang mengalami musibah. Karena itulah akad ini disebut tidak komersial karena para peserta akan saling tolong menolong dan dana yang diberikan bersifat sebagai sedekah.

Untuk akad tijarah, hampir sama dengan asuransi pada umumnya, jenis ini juga bertujuan untuk mencari keuntungan. Dimana prinsip asuransi syariah dalam akad ini adalah para peserta harus memenuhi tiga hal yaitu: jumlah pembayaran harus jelas, waktu pembayaran jelas, dan objek yang dijadikan hibah juga jelas.

Prinsip Asuransi Syariah

Asuransi Syariah

Selain memiliki dua jenis, pada dasarnya asuransi syariah juga memiliki prinsip yang yang menjadi dasar dari syariah seperti:

  1. Menjalankan Prinsip Keadilan

Tidak hanya terpaku pada keuntungan semata, pada asuransi syariah baik pihak perusahaan maupun nasabah wajib mengamalkan prinsip keadilan. Hal ini penting agar kedua belah pihak bisa berlaku adil atas hak dan kewajiban masing-masing. Selain itu prinsip keadilan juga penting dijalankan dalam asuransi syariah agar tidak ada pihak manapun yang merasa dirugikan atau terdzalimi.

  1. Menjalankan Prinsip Tauhid

Banyak orang hanya ingin mendapatkan perlindungan saat mengikuti asuransi. Namun ketika memutuskan untuk mengikuti asuransi syariah pikiran seperti itu nampaknya harus Anda singkirkan.

Asuransi syariah sejatinya menggunakan prinsip tauhid dimana dalam menjalankannya nasabah tidak sepatutnya berpikir untuk mendapat keuntungan melainkan bertujuan untuk saling tolong menolong. Jadi tidak hanya mengharapkan adanya bantuan datang saat musibah menimpa Anda, namun tiap nasabah diharapkan bisa saling tolong-menolong.

  1. Prinsip Tolong Menolong dan Kerja Sama

Selaras dengan poin sebelumnya, asuransi syariah mengharapkan tiap pemegang polis memiliki rasa solidaritas satu sama lain. Maksudnya, ketika satu pemegang mendapatkan musibah/ kerugian, maka hal tersebut adalah tanggungan bersama sehingga diharapkan saling membantu satu sama lain.

  1. Tidak Ada Riba

Prinsip yang menjadi ciri khas dari asuransi syariah adalah tidak dibenarkan adanya riba dalam menjalankan usaha. Yang dimaksudkan dalam hal ini adalah semua iuran/dana/ premi yang diberikan nasabah pada pihak perusahaan wajib digunakan untuk investasi pada bidang yang sesuai syariah. Tidak boleh digunakan untuk menjalankan investasi yang bersifat riba atau haram

  1. Berprinsip Menghindari Pertaruhan

Karena bertujuan untuk mencari untung maka asuransi konvensional akan menggunakan sistem “bertaruh” dalam menjalankan investasi. Tapi tidak demikian dengan asuransi syariah dimana sistem pertaruhan yang tidak pasti sangat tidak diperbolehkan. Untuk menghindari hal tersebut maka sistem yang digunakan adalah sistem berbagai risiko untuk seluruh nasabah maupun perusahaan.

  1. Menjauhi Praktik Suap Menyuap

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, asuransi syariah menerapkan sistem keadilan sehingga praktik yang menguntungkan satu pihak saja tidak dibenarkan. Praktik yang dimaksud adalah suap-menyuap atau memberi/ menerima sogokan. Ketimbang mencari keuntungan sendiri, asuransi syariah lebih menekankan pada keuntungan untuk semua pihak.

Baca Juga :
ARTIKEL TERPOPULER

ARTIKEL TERFAVORIT