DISITU
02 Oct 2018

Mengetahui Tingkat Bahaya Gempa Vulkanik

Indonesia termasuk kedalam salah satu di Negara Asia yang sering sekali terkena gempa bum. Gempa bumi ini terbagi menjadi dua macam, yaitu gempa bumi tektonik dan gempa bumi vulkanik. Gempa bumi tektonik adalah salah satu jenis gempa bumi yg disebabkan oleh adanya pergeseran pada lempengan-lempengan tektonik secara mendadak dengan kekuatan dari yang sangat kecil hingga kekuatan yang sangat besar. Gempa Bumi Tektonik ini termasuk kedalam jenis gempa yang membuat kerusakan paling besar di bumi, karena getarannya yang kuat. Berbeda dari gempa bumi tektonik, gempa bumi vulkanik merupakan gempa bumi yang terjadi karena adanya aktivitas magma pada gunung berapi. Gempa tersebut biasanya terjadi sebelum meletusnya gunung berapi.

Bencana Alam

Terjadinya gempa bumi vulkanik juga bisa menjadi penanda akan meletusnya gunung berapi, meskipun tidak semua jenis gempa bumi vulkanik diikuti dengan terjadinya letusan dari gunung berapi. Hal tersebut tergantung pada kekuatan gempa yang dihasilkan, serta keaktifan dari gunung api tersebut. Besarnya keaktifan gunung mempengaruhi ledakan atau meletusnya gunung berapi yang dapat menghasilkan efek gempa bumi.

Tingkat pergeseran bebatuan didalam gunung juga dapat meningkatkan tekanan magma yang dapat memicu terjadinya gempa vulkanik. Jenis aktivitas seismik yang lainnya terkait dengan gunung berapi serta letusannya ialah gelombang seismik jangka panjang. Hal tersebut dikarenakan oleh pergerakan magna yang terjadi secara tiba-tiba. Pergerakan tersebut kemudian terhambat dari pergerakannya dikarenakan terjadinya penyumbatan. Hal tersebut juga dapat memicu terjadinya gempa bumi vulkanik serta akan terjadinya gunung meletus.

Dilansir dari volcanolive.com, terdapat empat status peringatan, antara lain aktif normal, waspada, siaga, dan awas. Aktif Normal adalah kondisi dimana gunung api yang diamati tidak mengalami perubahan aktivitas secara visual, seismik, dan kejadian vulkanik. Ini menunjukan tidak ada letusan hingga kurun waktu tertentu. Status Waspada menunjukkan mulai meningkatnya aktivitas seismik dan mulai muncul kejadian vulkanik. Pada status ini juga mulai terlihat perubahan visual di sekitar kawah, namun diperkirakan tak terjadi erupsi dalam jangka waktu tertentu. Pada Status Siaga, terjadi peningkatan seismik yang didukung dengan pemantauan vulkanik, serta terlihat jelas perubahan baik secara visual maupun perubahan aktivitas kawah. Jika peningkatan kegiatan gunung api terus berlanjut, kemungkinan erupsi besar mungkin terjadi dalam kurun dua pekan. Status Awas adalah kondisi paling memungkinkan terjadinya erupsi. Status ini merujuk letusan utama yang dilanjutkan dengan letusan awal, diikuti semburan abu dan uap. Setelah itu akan diikuti dengan erupsi besar. Dalam kondisi ini, kemungkinan erupsi besar akan berlangsung dalam kurun 24 jam. 

Baca Juga :
ARTIKEL TERPOPULER

ARTIKEL TERFAVORIT